Sabtu, 01 September 2012


CERITA PENDEK (CERPEN)
“IJTIHAD ANAK BANGSA MENUJU PERADABAN INDONESIA

OLEH
& NOVITA WULANDARI


 
“Bismillahirrahmanirrahim…. Semoga ini awal yang baik untuk kehidupanku hari ini dengan sebuah perubahan yang menakjubkan serta membawaku pada nuansa Keagamaan,, Ya Allah.. tuntunlah langkahku,, iringi ku dengan Asma-Mu ya Allah.. amiin.. amiiin.. yaa Robbal’alamiin.” Itulah kata dan do’a dari Vita,
            Wanita yang dahulu terkenal dengan kata-kata yang selalu PEDAS dan Tak pernah ingin tau akan sebuah problema, anak yang selalu mementingkan ego-nya. Namun, walau pun demikian, sebenarnya ia adalah anak yang baik, ia berubah sejak 3 tahun silam karena keadaan lingkungan di sekitarnya begitupun dengan ke pindahannya untuk meneruskan study ke jenjang berikutnya. Kini, 3 tahun telah berlalu .. Vita telah berganti status menjadi seorang mahasiswi di sebuah Perguruan Tinggi Ternama di dekat kediamannya.
            Di pagi hari yang cerah, Vita terlihat manis dengan gayanya yang staylist dan warna pakaian yang cerah. Setibanya di depan pintu, terdengar sapaan ibunya yang mengingatkan untuk sarapan sebelum berangkat kuliah.
“Vit,, Sarapan dulu Nak..” tutur Ibu
“Ia,, Udah Bu tadi..” jawab Vita
“Kapan sarapan kalau dari tadi hanya di kamar terus?”
“Aduuuh,, ibu.. udah tadi. Ibu sendiri gak lihat.” Jawab Vita kesal dan sambil menggumam dan tanpa menghiraukan kata – kata sang Ibu, ia pun bergegas pergi, tanpa setahu sang Ibu karena saat itu ibu sedang memasak untuk sarapan pagi.
“Jadi anak,, jangan bantah.. di bilangin orang tua itu dengar!!! Ini juga demi kesehatan kamu sendiri,, apa salahnya pagi - pagi bangun buat sarapan sendiri. Jika untuk mengurus diri sendiri aja kamu gak bisa,, gimana kalau di suruh ngurus yang lain?” Kata Ibu
Saat ibu melihat ke belakang ternyata Vita telah tiada, hal ini membuat sang Ibu dongkol karena sang Anak pergi disaat ibu sedang berbicara , memberikan nasehat untuk dirinya.
Setibanya dikampus, terlihat sosok yang menawan dan membuat Vita terkagum akan pesonanya. Sebut saja Rio, pria yang terkenal dengan sejuta pesona dan kata-katanya yang indah. Yah.. dia pintar merangkai kata-kata, hal itu menjadikan dirinya hoby menulis sebuah puisi. Suasana yang membuat Vita terenyuh dalam sebuah impian, dengan seketika mendalam seiring terdengar suara yang mendayuh yang semakin lama suara itu semakin terdengar jelas di telinga Vita..
“Bunga jiwa ku”
Saatku terjaga,,
Dirimu seakan ada di dekatku
Saatku terlelap,,
Bayangmu seraya ada di genggaman
Sosokmu yang tenang..
Membuatku slalu berangan tentang dirimu
Andai ku bisa slalu bersamamu
Ku ingin hidup denganmu
Ku ingin slalu di dekatmu, bahagiakanmu
Karna dirimu
Bunga jiwaku,,
          Tiba-tiba,, muncul Shanty dari arah belakang dan mengagetkan Vita..
“Hei…..!!! Istigfar Bu,,,bu…berubah” sahut Shanty.
“gangguin orang aja dirimu,, gak tau diriku lagi senang apa?”
“Ijtihad maka-nya!!! Jangan bisanya hanya dandan aja”
“ye…ee… mau ceramah ni ceritanya?? Salah tempat tau!!! Tu, di mesjid tuch law mau ceramah. Ngomong Ijtihad,, Ijtihad tu sendiri ja dirimu gak tau!! Tutur Vita sambil membelakangi Shanty. Dengan gaya yang cukup meyakinkan, Shanty pun mencoba membantah kata – kata Vita.
“Tau,, siapa bilang aku gak tau??”
“memang dirimu biasanya gitu kan? Hanya bisa nyebut aja,,kalau ditanya juga gak bisa jawab!!
“Ijtihad itu bersungguh-sungguh” jawab Shanty,
       Namun tak tau mengapa Vita menjadi tersentuh dengan kata-kata Shanty dan mencoba menggali informasi dengan sebuah perdebatan. Walaupun demikian perdebatan yang sering terjadi diantara mereka tak berlangsung lama dan hanya sebatas di area berdebatan, di luar mereka tetap bersahabat baik ,terlebih mereka teman sekelas dan tinggal berdekatan. Bel pun berbunyi dan mereka memasuki kelas.
       Seperti biasanya, suasana kelas hening dan semua orang dikelas sibuk dengan urusan mereka masing-masing tanpa menghiraukan apa yang dikatakan dosen di depan kelas. Bagi mereka yang penting ada, datang, absen terisi. Berbeda sekali dengan Vita, karena Dosen pembimbing bidang study saat itu mengkaitkan sesuatu dengan Ayat dan Hadist sesuai dengan pokok pembahasan saat itu .
“Maaf Pak” Vita pun memotong pembicaraan beliau.
“Ia, ada apa?” jawab Pak Ridhwan, Dosen pembimbing saat itu
“Saya ada sesuatu yang mengganjal ini pak,,Sebenarnya Ijtihad itu apa? Apakah benar Ijtihad itu bersungguh – sungguh?” tutur Vita semangat.
“Ijtihad itu, Menurut bahasa, ijtihad berarti (bahasa Arab اجتهاد) Al-jahd atau al-juhd yang berarti la-masyaqat (kesulitan dan kesusahan) dan akth-thaqat (kesanggupan dan kemampuan). Benar jika dikatakan Ijtihad itu bersungguh-sungguh, apabila  Ijtihad (Pekerjaan) dilakukan dengan bersungguh – sungguh . “ jawab Pak Ridwan seraya tersenyum
“Mengapa Ijtihad bapak kaitkan dengan pekerjaan? Saya jadi semakin tidak mengerti dengan penjelasan Bapak” tutur Vita sambil menggelengkan kepalanya.
     Pak Ridhwan pun menawarkan pertanyaan Vita kepada mahasiswa/I lainnya, seketika suasana kelas sunyi tanpa penghuni, saat Vita lengah .. Rio pun mengangkat tangannya tanda bersedia menjawab pertanyaan yang ditawarkan Pak Ridhwan.
“Baik, silahkan menjawab” kata pak Ridhwan
“Dalam al-quran disebutkan:
“..walladzi lam yajidu illa juhdahum..” (at-taubah:79)
Yang artinya: “… Dan (mencela) orang yang tidak memperoleh (sesuatu untuk disedekahkan) selain kesanggupan”(at-taubah:79) Kata al-jahd beserta serluruh turunan katanya menunjukkan pekerjaan yang dilakukan lebih dari biasa dan sulit untuk dilaksanakan atau disenangi. Dalam pengertian yang inilah, Nabi mengungkapkan kata-kata:
“Shallu ‘alayya wajtahiduu fiddua’”
Yang artinya:”Bacalah salawat kepadaku dan bersungguh-sungguhlah dalam dua” Demikian dengan kata Ijtihad “pengerahan segala kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang sulit.” Atas dasar ini maka tidak tepat apabila kata “ijtihad” dipergunakan untuk melakukan sesuatu yang mudah/ringan.” Jawab Rio seraya tersenyum.
“Benar apa yang dikatakan Rio, Pengertian ijtihad menurut bahasa ini ada relevansinya dengan pengertian ijtihad menurut istilah, dimana untuk melakukannya diperlukan beberapa persyaratan yang karenanya tidak mungkin pekerjaan itu (ijtihad) dilakukan sembarang orang. Dan di sisi lain ada pengertian ijthad yang telah digunakan para sahabat Nabi. Mereka memberikan batasan bahwa ijtihad adalah “penelitian dan pemikiran untuk mendapatkan sesuatu yang terdekat pada Kitab-u ‘l-Lah dan Sunnah Rasul, baik yang terdekat itu diperoleh dari nash -yang terkenal dengan qiyas (ma’qul nash), atau yang terdekat itu diperoleh dari maksud dan tujuan umum dari hikmah syari’ah- yang terkenal dengan “mashlahat.” Mengerti Vita?” Tutur Pak Ridhwan
“O… intinya,, Ijtihad itu kerja akal ya Pak dan tujuan dari pada Ijtihad antara lain Mencari kebenaran hakiki dan Mencari solusi atas segala permasalahan?”
“Ia, Bisa dikatakan demikian,”
            Vita akhirnya perlahan mengerti dengan apa yang telah di jelaskan Pak Ridhwan, terlebih Rio, pria yang terkenal dengan sejuta kata yang mampu merenyuhkan hati ternyata memahami tentang agama. Pelajaran berakhir, Vita pun menghampiri Shanty.
“Hai,, Lady’s..?” sapa Vita
“Ia, ada apa? Koq senyum-senyum sendiri dan salah tingkah gitu?” jawab Shanty Ketus.
“Duh… cemberut,, senyum dunk manis…” jawab Vita seraya tersenyum pada Shanty
“^_^,, uhmm udah…Puas?”
“Ikh,,, gitu kan?? Lagi ada masalah ya ? Cerita dunk..”
“aku tidak apa-apa,, diskusi yukz!!” jawab Shanty dengan semangat 45
“Ia.. ia, diskusi.. mank mau diskusi apa sich? Hanya berdua nich??dimana?”
            Shanty hanya terdiam dan mengajak Vita ke Taman, meskipun sepanjang jalan Vita berceloteh namun Shanty, lagi – lagi tak menghiraukan hal itu dan hanya tersenyum setiap saat Vita menatapnya. Hal itu membuat Vita bingung , yang pada akhirnya memilih untuk diam, tanpa suara.
“Assalamualaikum..”
Suara lembut menyapa yang menghampiri mereka dalam heningnya suasana
“Wa’alaikum salam.., Rio.. silahkan duduk” sahut Shanty.
“Ia, Terimakasih. Kenapa diam Vit? Tidak mau menjawab Salam ku ?”tutur Rio
“Hmm,,ia.. Waalaikum salam” jawab Vita
“Terimakasih, telah menjawab salamku.” Kata Rio seraya tersenyum
“Ni orang senyum-senyum teruuuuuuuuuuuuusssssssssssssss,, ada kelainan mungkinan ya?” bisik Vita pada Shanty..
“Hust…!!! Senyum itu sebagian dari Ibadah, nah Ibadah mendatangkan pahala bagi kita”.. sahut Shanty
“Bisa di mulai? Mau bahas apa kita hari ini?” jawab rio, memotong pembicaraan mereka.
“Bisa,, mau bahas apa?” jawab Vita Ketus.
            Tak heran melihat Vita yang demikian,, bagi Shanty itu telah menjadi Kebiasaan danMakanan sehari-hari. Yah. Mereka memang berteman dansaling mengenal telah 12 Tahun,, terlebih mereka bersama sejak kecil dan duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Rio, hanya tersenyum melihat Vita dan Pembicaraan terus berlangsung seiring mencari topik pembahasan Diskusi. Vita pun mengambil alat tulis, ia mulai mencoba merangkai sebuah kata menjadi kalimat, pandangannya pun tak lepas dari jalanan. Banyaknya anak muda yang melintas di depan mereka, mengelilingi taman membuat Vita terinspirasi akan sebuah hoby Rio.
“Vita…???” sapa Shanty,, namun pandangan Vita hampa dan ia tak ada respon sedikit pun. Jemarinya masih saja menggoresi tinta di atas kertas putih itu.
“Shanty, biarkan dia.. “ tegas rio
Sejenak suasana hening, terpaku akan sosok Vita yang tiba-tiba membisu. Rio mencoba mendekati Vita, dan mengambil selebaran kertas yangVita tulis..
BANGKITLAH INDONESIAKU
Dalam Hidup,Selalu ada pilihan
Dalam Hidup, Harus ada Tujuan
Sebuah tujuan yang pasti
Kemana arah kita,,,
Wahai Anak Bangsa!!!!
Kepalkan tangan dan bulatkan tekad
Bersatu!!!
Bersatu kita merangkul sebuah impian
Kembali dan Bangkitlah..
Sesuatu yang lahir terdahulu
Kini perlahan Pudar
Bahkan terancam Musnah
            Wahai Anak Bangsa..
Dengarkan..
Dengarkanlah Rintihan hati ini
Rintihan Alam dan Para Pelopor Bangsa
Budayakanlah membaca
karena dengan itu maka kita akan berfikir
Berfikir,,
Kan membuatmu pada perubahan baru
Dan membangkitkan peradaban yang telah ada
            Wahai anak bangsa
            Kembali-lah pada Kiprah kehidupan
            Mari kita Berijtihad Menuju Peradaban Indonesia
            Bangkitlah Indonesiaku
            Bangkitlah Semangatku!!!
          Rio terpaku membacanya,, karena dibalik sosok Vita yang Acuh terselip rasa yang mendalam akan kedamaian dan perubahan bangsa. Ia pun mencoba memberikan usulan sub judul yang akan dibahas dalam diskusi ke pada Vita, antara lain, Ijtihad dalam perspektif pendidikan yakni dalam hal ini membahas  tentang Reformasi Pendidikan. Untuk menggali informasi ini, dalam sebuah penelitian dan berIjtihad kita akan berkecimpung langsung di dunia pendidikan serta apapun menyangkut dalam hal pendidikan. Kedua, Imtaq dan Iptek menyongsong peradaban Indonesia dan yang terakhir  Upaya peningkatan kualitas bangsa melalui penguasaan ilmu dan teknologi .
“Sepertinya kamu mengerti dan cukup memahami judul yang ku usulkan itu” tutur Rio lembut..
“Mengerti apa?? Jelas-jelas aku tak tau” ketus Vita

“Kamu telah mengetahui maksud peradaban Vit,, dan tadi dirimu juga telah mengetahui apa itu Ijtihad, bukan?”jawab Rio
“aku tak tahu mengenai peradaban, jika Ijtihad ,, Insya Allah.”
            Kata-kata itu membuat kedua temannya, Rio dan Shanty terkaget dan tersenyum mendengarnya..
“Hei.. ada apa dengan kalian berdua?? Apa ada yang aneh dengan diriku?” kata Vita sambil menatap kedua temannya.
Seraya tersenyum,, Shanty mencoba menjawab kata-kata Vita.
“Tidak, ada yang aneh Vita,, hanya kagum mendengar kata-katamu. Peradaban adalah bentuk budaya paling tinggi dari suatu kelompok masyarakat yang dibedakan secara nyata dari makhluk lainnya dan merupakan sesuatu yang lahir dari system pengetahuan dan juga merupakan hasil dari pemahaman yang luas terkait dengan kebutuhan masyarakatnya. Begitu Vita,,yang ku ketahui mengenai Peradaban.”
Peradaban lahir ketika akal bekerja pada lingkup social dan budaya, ia juga lahir atas pemahaman yang historis dan kontinyu.” Tutur Rio, menyambung pembicaraan Shanty
“Mengapa Peradaban Indonesia hancur?” Tanya Vita kepada kedua temannya
“Hancurnya peradaban di indonesia diakibatkan bencana alam baru, juga bencana tingkat global” jawab Shanty
            Vita pun terlihat bingung mendengar penjelasan Shanty, Peradaban Indonesia hancur karena bencana alam baru dan bencana tingkat global?
“Apa itu?” Vita mencoba membalikkan kata-kata yang ia dapat.
“Vita, bencana tingkat global itu seperti ledakan krakatau, dan mencairnya gletser himalaya sehingga wilayah indonesia dan sekitarnya tidak layak dihuni oleh manusia dalam jangka waktu yang sangat panjang. Namun, masuknya budaya asing ke Indonesia mungkin bisa dikatakan penyebab hancurnya peradaban Indonesia karena dengan datangnya budaya asing, budaya timur mulai pudar dan terancam musnah” tutur Rio
“berarti, sebagai Anak bangsa,, ini menjadi tanggungjawab kita ya??kita harus membangun peradaban Indonesia dan menjaga kelestarian alam.”
“Benar Vita,, Agar kita tetap dapat exist di dunia ini maka kita perlu membangun kembali peradaban Indonesia, yang mana Peradaban hanya dapat dibangun melalui Pendidikan.”
“Aku sependapat dengan Shanty,, Membangun Peradaban melalui pendidikan bermutu yakni tiga tiang peradaban yang diperlukan dan dikembangkan untuk membangun Peradaban indonesia yang maju, Sejahtera, mandiri dan kuat itu adalah: Manusia indonesia yang memiliki Keunggulan “ho2”, hati (iman dan Taqwa), otak (ilmu pengetahuan) dan Otot (teknologi).”

            Mereka terus mencoba menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ditanyakan oleh Vita.. sehingga Vita pun tertegun untuk merubah pola fikirnya dan semua orang, khususnya Anak Bangsa yang dimulai dari kerabat terdekat. Itu baru niat di dalam hati. Hari itu menjadi hari hari terindah dalam sejarah Vita karena Allah SWT mengabulkan do’anya. Perubahan demi perubahan terus dilakukan, seiring berjalannya waktu dan mereka pun menjalin sebuah persahabatan dan persaingan secara sehat dalam meraih prestasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar