CERITA
PENDEK (CERPEN)
“IJTIHAD
ANAK BANGSA MENUJU PERADABAN INDONESIA”
OLEH
& NOVITA WULANDARI
“Bismillahirrahmanirrahim….
Semoga ini awal yang baik untuk kehidupanku hari ini dengan sebuah perubahan
yang menakjubkan serta membawaku pada nuansa Keagamaan,, Ya Allah.. tuntunlah
langkahku,, iringi ku dengan Asma-Mu ya Allah.. amiin.. amiiin.. yaa
Robbal’alamiin.” Itulah kata dan do’a dari Vita,
Wanita
yang dahulu terkenal dengan kata-kata yang selalu PEDAS dan Tak pernah ingin
tau akan sebuah problema, anak yang selalu mementingkan ego-nya. Namun, walau
pun demikian, sebenarnya ia adalah anak yang baik, ia berubah sejak 3 tahun
silam karena keadaan lingkungan di sekitarnya begitupun dengan ke pindahannya
untuk meneruskan study ke jenjang berikutnya. Kini, 3 tahun telah berlalu ..
Vita telah berganti status menjadi seorang mahasiswi di sebuah Perguruan Tinggi
Ternama di dekat kediamannya.
Di
pagi hari yang cerah, Vita terlihat manis dengan gayanya yang staylist dan
warna pakaian yang cerah. Setibanya di depan pintu, terdengar sapaan ibunya
yang mengingatkan untuk sarapan sebelum berangkat kuliah.
“Vit,,
Sarapan dulu Nak..” tutur Ibu
“Ia,,
Udah Bu tadi..” jawab Vita
“Kapan
sarapan kalau dari tadi hanya di kamar terus?”
“Aduuuh,,
ibu.. udah tadi. Ibu sendiri gak lihat.” Jawab Vita kesal dan sambil menggumam dan
tanpa menghiraukan kata – kata sang Ibu, ia pun bergegas pergi, tanpa setahu
sang Ibu karena saat itu ibu sedang memasak untuk sarapan pagi.
“Jadi
anak,, jangan bantah.. di bilangin orang tua itu dengar!!! Ini juga demi
kesehatan kamu sendiri,, apa salahnya pagi - pagi bangun buat sarapan sendiri.
Jika untuk mengurus diri sendiri aja kamu gak bisa,, gimana kalau di suruh
ngurus yang lain?” Kata Ibu
Saat
ibu melihat ke belakang ternyata Vita telah tiada, hal ini membuat sang Ibu
dongkol karena sang Anak pergi disaat ibu sedang berbicara , memberikan nasehat
untuk dirinya.
Setibanya
dikampus, terlihat sosok yang menawan dan membuat Vita terkagum akan pesonanya.
Sebut saja Rio, pria yang terkenal dengan sejuta pesona dan kata-katanya yang
indah. Yah.. dia pintar merangkai kata-kata, hal itu menjadikan dirinya hoby
menulis sebuah puisi. Suasana yang membuat Vita terenyuh dalam sebuah impian,
dengan seketika mendalam seiring terdengar suara yang mendayuh yang semakin
lama suara itu semakin terdengar jelas di telinga Vita..
“Bunga jiwa ku”
Saatku terjaga,,
Dirimu seakan ada di dekatku
Saatku terlelap,,
Bayangmu seraya ada di genggaman
Sosokmu yang tenang..
Membuatku slalu berangan tentang dirimu
Andai ku bisa slalu
bersamamu
Ku ingin hidup denganmu
Ku ingin slalu di
dekatmu, bahagiakanmu
Karna dirimu
Bunga jiwaku,,
Tiba-tiba,,
muncul Shanty dari arah belakang dan mengagetkan Vita..
“Hei…..!!! Istigfar Bu,,,bu…berubah” sahut Shanty.
“gangguin orang aja dirimu,, gak tau diriku lagi
senang apa?”
“Ijtihad maka-nya!!! Jangan bisanya hanya dandan
aja”
“ye…ee… mau ceramah ni ceritanya?? Salah tempat
tau!!! Tu, di mesjid tuch law mau ceramah. Ngomong Ijtihad,, Ijtihad tu sendiri
ja dirimu gak tau!! Tutur Vita sambil membelakangi Shanty. Dengan gaya yang
cukup meyakinkan, Shanty pun mencoba membantah kata – kata Vita.
“Tau,, siapa bilang aku gak tau??”
“memang dirimu biasanya gitu kan? Hanya bisa nyebut
aja,,kalau ditanya juga gak bisa jawab!!
“Ijtihad itu bersungguh-sungguh” jawab Shanty,
Namun
tak tau mengapa Vita menjadi tersentuh dengan kata-kata Shanty dan mencoba
menggali informasi dengan sebuah perdebatan. Walaupun demikian perdebatan yang
sering terjadi diantara mereka tak berlangsung lama dan hanya sebatas di area
berdebatan, di luar mereka tetap bersahabat baik ,terlebih mereka teman sekelas
dan tinggal berdekatan. Bel pun berbunyi dan mereka memasuki kelas.
Seperti biasanya, suasana kelas hening
dan semua orang dikelas sibuk dengan urusan mereka masing-masing tanpa
menghiraukan apa yang dikatakan dosen di depan kelas. Bagi mereka yang penting
ada, datang, absen terisi. Berbeda sekali dengan Vita, karena Dosen pembimbing
bidang study saat itu mengkaitkan sesuatu dengan Ayat dan Hadist sesuai dengan
pokok pembahasan saat itu .
“Maaf Pak” Vita pun memotong pembicaraan beliau.
“Ia, ada apa?” jawab Pak Ridhwan, Dosen pembimbing
saat itu
“Saya ada sesuatu yang mengganjal ini
pak,,Sebenarnya Ijtihad itu apa? Apakah benar Ijtihad itu bersungguh –
sungguh?” tutur Vita semangat.
“Ijtihad itu, Menurut bahasa, ijtihad berarti
(bahasa Arab اجتهاد) Al-jahd atau al-juhd yang berarti la-masyaqat (kesulitan
dan kesusahan) dan akth-thaqat (kesanggupan dan kemampuan). Benar jika
dikatakan Ijtihad itu bersungguh-sungguh, apabila Ijtihad (Pekerjaan) dilakukan dengan
bersungguh – sungguh . “ jawab Pak Ridwan seraya tersenyum
“Mengapa Ijtihad bapak kaitkan dengan pekerjaan?
Saya jadi semakin tidak mengerti dengan penjelasan Bapak” tutur Vita sambil
menggelengkan kepalanya.
Pak
Ridhwan pun menawarkan pertanyaan Vita kepada mahasiswa/I lainnya, seketika
suasana kelas sunyi tanpa penghuni, saat Vita lengah .. Rio pun mengangkat
tangannya tanda bersedia menjawab pertanyaan yang ditawarkan Pak Ridhwan.
“Baik,
silahkan menjawab” kata pak Ridhwan
“Dalam al-quran disebutkan:
“..walladzi
lam yajidu illa juhdahum..” (at-taubah:79)
Yang artinya: “… Dan
(mencela) orang yang tidak memperoleh (sesuatu untuk disedekahkan) selain
kesanggupan”(at-taubah:79) Kata al-jahd beserta serluruh turunan katanya
menunjukkan pekerjaan yang dilakukan lebih dari biasa dan sulit untuk
dilaksanakan atau disenangi. Dalam pengertian yang inilah, Nabi mengungkapkan
kata-kata:
“Shallu
‘alayya wajtahiduu fiddua’”
Yang artinya:”Bacalah
salawat kepadaku dan bersungguh-sungguhlah dalam dua” Demikian dengan kata
Ijtihad “pengerahan segala kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang sulit.”
Atas dasar ini maka tidak tepat apabila kata “ijtihad” dipergunakan
untuk melakukan sesuatu yang mudah/ringan.” Jawab Rio seraya tersenyum.
“Benar apa yang
dikatakan Rio, Pengertian ijtihad menurut bahasa ini ada relevansinya dengan
pengertian ijtihad menurut istilah, dimana untuk melakukannya diperlukan
beberapa persyaratan yang karenanya tidak mungkin pekerjaan itu (ijtihad)
dilakukan sembarang orang. Dan di sisi lain ada pengertian ijthad yang telah
digunakan para sahabat Nabi. Mereka memberikan batasan bahwa ijtihad adalah
“penelitian dan pemikiran untuk mendapatkan sesuatu yang terdekat pada Kitab-u
‘l-Lah dan Sunnah Rasul, baik yang terdekat itu diperoleh dari nash -yang
terkenal dengan qiyas (ma’qul nash), atau yang terdekat itu diperoleh dari
maksud dan tujuan umum dari hikmah syari’ah- yang terkenal dengan “mashlahat.”
Mengerti Vita?” Tutur Pak Ridhwan
“O… intinya,, Ijtihad itu kerja akal ya
Pak dan tujuan dari pada Ijtihad antara lain Mencari kebenaran hakiki dan Mencari
solusi atas segala permasalahan?”
“Ia, Bisa dikatakan
demikian,”
Vita
akhirnya perlahan mengerti dengan apa yang telah di jelaskan Pak Ridhwan,
terlebih Rio, pria yang terkenal dengan sejuta kata yang mampu merenyuhkan hati
ternyata memahami tentang agama. Pelajaran berakhir, Vita pun menghampiri
Shanty.
“Hai,, Lady’s..?” sapa
Vita
“Ia, ada apa? Koq
senyum-senyum sendiri dan salah tingkah gitu?” jawab Shanty Ketus.
“Duh… cemberut,, senyum
dunk manis…” jawab Vita seraya tersenyum pada Shanty
“^_^,, uhmm udah…Puas?”
“Ikh,,, gitu kan?? Lagi
ada masalah ya ? Cerita dunk..”
“aku tidak apa-apa,,
diskusi yukz!!” jawab Shanty dengan semangat 45
“Ia.. ia, diskusi..
mank mau diskusi apa sich? Hanya berdua nich??dimana?”
Shanty
hanya terdiam dan mengajak Vita ke Taman, meskipun sepanjang jalan Vita
berceloteh namun Shanty, lagi – lagi tak menghiraukan hal itu dan hanya
tersenyum setiap saat Vita menatapnya. Hal itu membuat Vita bingung , yang pada
akhirnya memilih untuk diam, tanpa suara.
“Assalamualaikum..”
Suara lembut menyapa yang
menghampiri mereka dalam heningnya suasana
“Wa’alaikum salam..,
Rio.. silahkan duduk” sahut Shanty.
“Ia, Terimakasih.
Kenapa diam Vit? Tidak mau menjawab Salam ku ?”tutur Rio
“Hmm,,ia.. Waalaikum
salam” jawab Vita
“Terimakasih, telah
menjawab salamku.” Kata Rio seraya tersenyum
“Ni orang senyum-senyum
teruuuuuuuuuuuuusssssssssssssss,, ada kelainan mungkinan ya?” bisik Vita pada
Shanty..
“Hust…!!! Senyum itu
sebagian dari Ibadah, nah Ibadah mendatangkan pahala bagi kita”.. sahut Shanty
“Bisa di mulai? Mau
bahas apa kita hari ini?” jawab rio, memotong pembicaraan mereka.
“Bisa,, mau bahas apa?”
jawab Vita Ketus.
Tak
heran melihat Vita yang demikian,, bagi Shanty itu telah menjadi Kebiasaan
danMakanan sehari-hari. Yah. Mereka memang berteman dansaling mengenal telah 12
Tahun,, terlebih mereka bersama sejak kecil dan duduk di bangku Taman
Kanak-Kanak (TK). Rio, hanya tersenyum melihat Vita dan Pembicaraan terus
berlangsung seiring mencari topik pembahasan Diskusi. Vita pun mengambil alat
tulis, ia mulai mencoba merangkai sebuah kata menjadi kalimat, pandangannya pun
tak lepas dari jalanan. Banyaknya anak muda yang melintas di depan mereka,
mengelilingi taman membuat Vita terinspirasi akan sebuah hoby Rio.
“Vita…???” sapa
Shanty,, namun pandangan Vita hampa dan ia tak ada respon sedikit pun.
Jemarinya masih saja menggoresi tinta di atas kertas putih itu.
“Shanty, biarkan dia..
“ tegas rio
Sejenak suasana hening, terpaku
akan sosok Vita yang tiba-tiba membisu. Rio mencoba mendekati Vita, dan
mengambil selebaran kertas yangVita tulis..
BANGKITLAH INDONESIAKU
Dalam Hidup,Selalu
ada pilihan
Dalam Hidup, Harus
ada Tujuan
Sebuah tujuan
yang pasti
Kemana arah
kita,,,
Wahai
Anak Bangsa!!!!
Kepalkan
tangan dan bulatkan tekad
Bersatu!!!
Bersatu
kita merangkul sebuah impian
Kembali dan
Bangkitlah..
Sesuatu yang
lahir terdahulu
Kini perlahan
Pudar
Bahkan terancam
Musnah
Wahai Anak Bangsa..
Dengarkan..
Dengarkanlah
Rintihan hati ini
Rintihan
Alam dan Para Pelopor Bangsa
Budayakanlah
membaca
karena dengan
itu maka kita akan berfikir
Berfikir,,
Kan membuatmu
pada perubahan baru
Dan
membangkitkan peradaban yang telah ada
Wahai anak bangsa
Kembali-lah pada Kiprah kehidupan
Mari kita Berijtihad Menuju
Peradaban Indonesia
Bangkitlah Indonesiaku
Bangkitlah Semangatku!!!
Rio
terpaku membacanya,, karena dibalik sosok Vita yang Acuh terselip rasa yang
mendalam akan kedamaian dan perubahan bangsa. Ia pun mencoba memberikan usulan
sub judul yang akan dibahas dalam diskusi ke pada Vita, antara lain, Ijtihad
dalam perspektif pendidikan yakni dalam hal ini membahas tentang Reformasi Pendidikan. Untuk menggali
informasi ini, dalam sebuah penelitian dan berIjtihad kita akan berkecimpung
langsung di dunia pendidikan serta apapun menyangkut dalam hal pendidikan.
Kedua, Imtaq dan Iptek menyongsong peradaban Indonesia dan yang terakhir Upaya peningkatan kualitas bangsa melalui
penguasaan ilmu dan teknologi .
“Sepertinya kamu mengerti dan cukup
memahami judul yang ku usulkan itu” tutur Rio lembut..
“Mengerti apa?? Jelas-jelas aku tak
tau” ketus Vita
“Kamu telah mengetahui
maksud peradaban Vit,, dan tadi dirimu juga telah mengetahui apa itu Ijtihad,
bukan?”jawab Rio
“aku tak tahu mengenai
peradaban, jika Ijtihad ,, Insya Allah.”
Kata-kata
itu membuat kedua temannya, Rio dan Shanty terkaget dan tersenyum
mendengarnya..
“Hei.. ada apa dengan
kalian berdua?? Apa ada yang aneh dengan diriku?” kata Vita sambil menatap
kedua temannya.
Seraya tersenyum,, Shanty mencoba
menjawab kata-kata Vita.
“Tidak, ada yang aneh
Vita,, hanya kagum mendengar kata-katamu. Peradaban adalah bentuk budaya paling
tinggi dari suatu kelompok masyarakat yang dibedakan secara nyata dari makhluk
lainnya dan merupakan sesuatu yang lahir dari system pengetahuan dan juga
merupakan hasil dari pemahaman yang luas terkait dengan kebutuhan
masyarakatnya. Begitu Vita,,yang ku ketahui mengenai Peradaban.”
“Peradaban lahir ketika akal bekerja pada
lingkup social dan budaya, ia juga lahir atas pemahaman yang historis dan
kontinyu.” Tutur Rio, menyambung pembicaraan Shanty
“Mengapa Peradaban
Indonesia hancur?” Tanya Vita kepada kedua temannya
“Hancurnya peradaban di
indonesia diakibatkan bencana alam baru, juga bencana tingkat global” jawab
Shanty
Vita pun terlihat bingung
mendengar penjelasan Shanty, Peradaban Indonesia hancur karena bencana alam
baru dan bencana tingkat global?
“Apa itu?” Vita mencoba
membalikkan kata-kata yang ia dapat.
“Vita,
bencana tingkat global itu seperti ledakan krakatau, dan mencairnya gletser
himalaya sehingga wilayah indonesia dan sekitarnya tidak layak dihuni oleh
manusia dalam jangka waktu yang sangat panjang. Namun, masuknya budaya asing ke
Indonesia mungkin bisa dikatakan penyebab hancurnya peradaban Indonesia karena
dengan datangnya budaya asing, budaya timur mulai pudar dan terancam musnah” tutur
Rio
“berarti,
sebagai Anak bangsa,, ini menjadi tanggungjawab kita ya??kita harus membangun
peradaban Indonesia dan menjaga kelestarian alam.”
“Benar
Vita,, Agar kita tetap dapat exist di dunia ini maka kita perlu membangun
kembali peradaban Indonesia, yang mana Peradaban hanya dapat dibangun melalui
Pendidikan.”
“Aku
sependapat dengan Shanty,, Membangun Peradaban melalui pendidikan bermutu yakni
tiga tiang peradaban yang diperlukan dan dikembangkan untuk membangun Peradaban
indonesia yang maju, Sejahtera, mandiri dan kuat itu adalah: Manusia indonesia
yang memiliki Keunggulan “ho2”, hati (iman dan Taqwa), otak (ilmu pengetahuan)
dan Otot (teknologi).”
Mereka
terus mencoba menemukan jalan keluar atas permasalahan yang ditanyakan oleh
Vita.. sehingga Vita pun tertegun untuk merubah pola fikirnya dan semua orang,
khususnya Anak Bangsa yang dimulai dari kerabat terdekat. Itu baru niat di
dalam hati. Hari itu menjadi hari hari terindah dalam sejarah Vita karena Allah
SWT mengabulkan do’anya. Perubahan demi perubahan terus dilakukan, seiring
berjalannya waktu dan mereka pun menjalin sebuah persahabatan dan persaingan
secara sehat dalam meraih prestasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar